Insiden bermula saat sebuah
pick up sarat dengan bahan peledak masuk ke kamp PBB di Ber. Seorang penyerang juga turut tewas bunuh diri dalam insiden itu.
"Tidak ada pemeriksaan. Pengebom langsung menyerudukkan kendaraannya ke kamp, di antara tenda-tenda, sebelum meledakkan dirinya," ujar seorang saksi mata, dikabarkan
BBC.
Belum jelas siapa yang bertanggungjawab, namun Sekjen PBB Ban Ki Moon mengutuk serangan mematikan itu.
"Serangan seperti itu tidak akan menghalangi PBB dari upaya untuk mendukung rakyat Mali dalam memperoleh perdamaian di negara mereka," kata Ban dalam pernyataan itu.
Pasca insiden ini, Deputi Wakil Khusus Sekretaris Jenderal MINUSMA, David Gressly, kembali menegaskan bahwa kehadiran pasukan penjaga perdamaiannya justru untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Mali.
Perlu diketahui, sejak awal 2012 kudeta militer, pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Tuareg, dan perebutan wilayah
utaranya oleh Islam radikal terus terjadi di Mali.
Kini negara Afrika Barat tersebut sedang dalam proses memulihkan demokrasi dengan bantuan PBB dan badan regional Afrika
.[wid]
BERITA TERKAIT: