Serangan ini merupakan bagian dari upaya pasukan pemerintah dan AMISOM dalam menanggapi peningkatan serangan bom di Mogadishu oleh milisi, terutama al Qaeda kelompok al Shabaab.
"Tujuan pemerintah adalah untuk mengamankan kota," ujar seorang petinggi kepolisian, Mayor Abdullahi Farah, kepada
Reuters (Sabtu, 16/8).
Seorang saksi mata, Ahmed Hussein, mengungkapkan bahwa dirinya terkejut lantaran dibangunkan oleh dentuman mortir. Para milisi, lanjut dia, tak tinggal diam dengan serangan oleh pasukan penjaga perdamaian dengan melakukan sejumlah serangan balasan.
"Jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat," tambah Hussein.
Sebagaimana diketahui, kelompok militan al Shabaab secara perlahan berhasil menguasai beberapa daerah Somalia sejak pecahnya perang pada tahun 1991.
Namun, pada tahun 2011 pasukan Afrika berhasil mengusir mereka sehingga mereka terus melakukan serangan terhadap pejabat pemerintah Somalia dan pasukan asing.
[ian]
BERITA TERKAIT: