"Ini harus memiliki dampak yang kuat pada ekonomi Rusia sekaligus menjaga efek moderat pada ekonomi Uni Eropa," ujar Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy, sebagaimana dilansir
Reuters (Sabtu, 26/7).
Uni Eropa menetapkan sanksi ekonomi pertamanya kepada Rusia pada Jumat (25/7) waktu setempat. Sanksi ini meliputi penutupan pasar modal Uni Eropa untuk BUMN Bank Rusia, embargo penjualan senjata ke Moskow dan pembatasan pasokan penggunaan ganda teknologi energi. Namun begitu sanksi ekonomi ini tidak mencakup pada teknologi untuk sektor gas penting.
Sanksi Uni Eropa ini juga mencakup larangan perjalanan dan pembekuan aset para pemimpin Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), badan intelejen asing, dan sejumlah pejabat tinggi Rusia yang terlibat dalam kebijakan pemerintah Rusia mengancam kedaulatan Ukraina.
Direktur FSB Alexander Bortnikov dan Mikhail Fradkov, mantan perdana menteri yang sekarang memimpin dinas intelijen asing, sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev masuk di antara 15 orang Rusia atau Ukraina yang disebutkan dalam daftar sanksi bersama 18 perusahaan dan beberapa organisasi lain .
Dalam daftar itu juga terdapat nama pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, yang disebut oleh Uni Eropa terlibat membuat pernyataan yang mendukung aneksasi Rusia atas wilayah Crimea, Ukraina.
Sejumlah pengamat mengatakan bahwa sanksi ini merupakan buah dari insiden penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 298 orang di daerah timur Ukraina.
[ian]
BERITA TERKAIT: