Dua Dosen IKJ Bawa Seni Rupa Publik Korsel ke Cikini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 27 Juni 2014, 18:35 WIB
rmol news logo Korea Selatan merupakan wilayah yang berkembang pesat baik dari segi teknologi ataupun konsep tata kota serta senian di ruang publik.

"Beberapa kota di Korea mengusung konsep (perkembangan futuristik) tapi tetap mempertahankan nilai-nilai estetis serta go green," kata Dosen Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Citra Smara Dewi ketika memaparkan hasil penelitiannya di tiga kota di Korea Selatan yakni Seoul, Incheon, dan Paju Heyri Artvalley di Jakarta pada Jumat (27/6).

Dalam penelitian tersebut, Citra mengamati lima aspek di Korea Selatan yakni pedestrian, perkantoran pusat kesenian, pusat perbelanjaan, dan lembaga pendidikan.

"Yang menarik, ada kebijakan Pemda mengenai street art furniture jadi tata kota, di mana diharuskan ada satu patung publik di satu kawasan," jelasnya.

Hasil penelitian yang dilakukannya bersama seorang dosen IKJ lainnya, Susi Harahap itu diimplementasikan dalam sebuah riset yang berupaya untuk menjadikan daerah Cikini yang terletak di kawasan Menteng Jakarta Pusat sebagai kawasan wisata seni.

"Cikini punya sejarah panjang dan napak tilas kemerdekaan. Di Cikini juga banyaj peninggalan bersejarah dan potensi wisata," jelas Citra.

"Di Cikini juga ada pusat kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki di mana di dalamnya terdapat IKJ," sambungnya.

Penelitian yang dilakukan oleh dua dosen IKJ tersebut merupakan hasil dari nota kesepahaman yang dijalin oleh IKJ serta Korean Cultural Center (KCC) Jakarta.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA