Permintaan maaf tersebut disampaikannya dalam upacara keagamaan peringatan Buddha's Birthday yang juga digelar untuk mengenang para korban yang tewas dalam kejadian tersebut. Park berjanji untuk melakukan perbaikan sistem sosial dan penegakkan peraturan demi mencegah hal serupa terulang kembali.
"Orang-orang yang dibutakan oleh keinginan duniawi tidak mematuhi peraturan keselamatan, dan menghadap ketidakadilan tersebut akhirnya menyebabkan kematian orang-orang," kata Park dalam upacara yang digelar di Jogye Order yakni sekte Buddha terbesar di Korea Selatan pada Selasa (6/5).
Putri mantan presiden ketiga Korea Selatan Park Chung-hee itu merujuk nilai-nilai Buddha yang menghargai seluruh hal dalam kehidupan. Karena itu, Park menyebut dirinya juga berkomitmen untuk membawa perubahan dalam mempekuat peraturan keamanan di negeri gingseng tersebut.
Acara tahunan tersebut kali ini digelar untuk menghormati korban dan menghibur anggota keluarga korban yang berduka akibat insiden tersebut.
"Saya berdoa bagi jiwa-jiwa para korban dan berharap semoga rahmat Budha bersama dengan keluarga yang ditinggalkan," kata Park seperti dilansir media setempat
Yonhap.
Tenggelamnya kapal feri Sewol sendiri telah mengakibatkan sebanyak 263 orang tewas dan 39 lainnya masih belum ditemukan.
Park adalah presiden Korea Selatan pertama yang pernah menghadiri upacara Buddha's Birthday.
[mel]
BERITA TERKAIT: