"Situasi di Suriah tidak seperti yang dibayangkan oleh dunia. Wilayah ini 100 persen aman," kata Menteri Pariwisata Suriah Bish Yazigi kepada
Reuters pada Jumat (25/4).
Ia menyebut bahwa pada periode mendatang, pemerintah akan membuat undang-undang yang mempermudah investasi sehingga dapat menarik investor dari seluruh dunia.
Yazigi menjelaskan bahwa sektror pariwisata Suriah menurun dan bahkan hampir tidak bergerak sama sekali ketika perang terjadi. Padahal sebelumnya, sektor pariwisata berhasil menyumbang sekitar 14 persen dari perekonomian Suriah sebelum perang yang menelan lebih dari 15 ribu korban jiwa itu terjadi.
Selain korban jiwa, perang juga meluluh-lantahkan sejumlah situs arkeologi dan museum serta koleksi benda bersejarah dari jaman Asyur, Bizantium, Umayyah, dan kekaisaran Ottoman. Bukan hanya itu, sejumlah tempat bersejarah lainnya di Suriah seperti kastil Crac des Chevaliers dan reruntuhan romawi di Palmyra juga mengalami kerusakan.
Namun Yazigi memastikan bahwa sejumlah proyek bisa dikembangkan seperti di pantai Mediterania dan Swaida di selatan Suriah.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah merencanakan untuk merenovasi sejumlah lokasi yang memiliki potensi wisata seperti gereja dan masjid di kota Kristen kuno Maaloula di sebelah utara Damaskus.
"Ada perusahaan di seluruh dunia yang sudah mulai menyadari pentingnya rekonstruksi dan kesempatan yang tersedia di Suriah," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: