Australia Pastikan Puing dari Perairan Barat Bukan Milik MAS MH370

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 24 April 2014, 09:51 WIB
Australia Pastikan Puing dari Perairan Barat Bukan Milik MAS MH370
reuters
rmol news logo Biro Keselamatan Transportasi Australia atau Australian Transport Safety Bureau (ATSB) mengkonfirmasi bahwa puing yang diambil dari perairan barat Australia pekan ini bukan berasal dari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu.

"Ini (puing) dianggap sangat tidak mungkin dari MH370," kata juru bicara ATSB, Tony Simes pada Kamis (24/4) seperti dikutip Reuters.

Puing tersebut ditemukan oleh tim pencari Australia, 10 km ke arah timur dari kota Augusta, dekat dengan ujung barat daya Australia.

Komisaris ATSB Martin Dolan sebelumnya juga telah menyebut bahwa pihaknya telah mempelajari tangkapan puing-puing yang ditemukan dan meyakini bahwa itu bukan berasal dari pesawat yang hilang dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur ke Beijing itu.

"Kami tidak melihat apa-apa dalam hal ini yang akan membawa kita untuk percaya bahwa itu adalah dari pesawat Boeing," katanya.

Tim pencari Australia sendiri telah menyisir hingga ke dasar laut sekitar 10 km dari zona lepas pantai barat Australia. Namun Australia tidak menemukan adanya tanda ataupun puing pesawat MAS MH370 tersebut.

Akan tetapi Australia dan Malaysia berkomitmen untuk tetap melanjutkan pencarian tersebut.

Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyebut bahwa pemeirntah perlu mengatur ulang strategi dalam pencarian. Ia menegaskan bahwa pencarian akan tetap dilanjutkan.

"Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa pada kenyataannya kami meningkatkan aset yang tersedia untuk pencarian bawah laut," katanya dalam konferensi pers di Kuala Lumpur Rabu (23/4).

Ia menambahkan bahwa pemeirntah tengah mencari bantuan dari perusahaan minyak Petronas yang memiliki keahlian dalam melakukan eksplorasi bawah laut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA