"Kami ingin mengkonfirmasi bahwa percakapan terakhir dalam transkrip antara pengendali udara dan kopilot pada 0119 (waktu Malaysia) adalah 'Good night Malaysian three seven zero'," kata Departemen Penerbangan Sipil dalam pernyataannya Senin malam (31/3).
Koreksi informasi tersebut menuai kritik terutama dari China yang menyebut bahwa hal tersebut merupakan bentuk penahanan informasi.
Sebelumnya, pada 12 Maret atau empat hari setelah pesawat dinyatakan hilang, otoritas Malaysia menyebut bahwa komunikasi terakhir dari awak pesawat berjenis Boeing 777-200ER itu adalah "All right, good night" sebelum akhirnya hilang kontak dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Menindaklanjuti koreksi informasi tersebut, seperti dikabarkan
Reuters, Kementerian Transportasi Malaysia menyebut investigasi forensik tengah dilakukan untuk memastikan apakah kalimat terakhir tersebut diucapkan oleh pilot atau co-pilot.
Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein juga telah menginstruksikan agar tim investigasi segera merilis transkip penuh percakapan terakhir antara kokpit MH370 dengan pengendali lalu-lintas udara itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: