Zhang yang tiba di Malaysia pada Rabu siang (26/3) langsung menggelar pertemuan dengan Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein di Putra World Trade Centre Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Duta Besar China untuk Malaysia, Huang Huikang dan sejumlah pejabat China lainnya. Sementara itu dari pihak Malaysia turut hadir Kepala Eksekutif MAS Group Ahmad Jauhari Yahya, Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil Azharuddin Abdul Rahman dan kepala Royal Malaysian Air Force (RMAF) Gen Tan Sri Rodzali Daud.
Kedua belah pihak, seperti dikabarkan kantor berita Malaysia
Bernama, membahas nasib MH370 dan 239 orang di dalamnya yang belum juga mendapat kejelasan hingga masuk pencarian pekan ketiga.
Pencarian yang melibatkan multinasional semula difokuskan di Laut China Selatan. Namun setelah diketahui bahwa pesawat telah menyimpang dari jalur seharusnya, pencarian kemudian difokuskan di dua koridor yakni koridor utara dan koridor selatan. Koridor utara membentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke bagian utara Thailand. Sedangkan Koridor selatan membentang dari Indonesia hingga ke Samudera Hindia.
Analisa satelit terbaru dari perusahaan Inggris Inmarsat dan UK Air Accidents Investigation Branch (AAIB) menyimpulkan pesawat terbang ke koridor selatan dan posisi terakhirnya berada di tengah Samudera Hindia atau sebelah barat dari Perth Australia.
Berdasarkan sejumlah data dan analisa itu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kemudian mengumumkan pada Senin (24/3) bahwa pesawat berakhir di Samudera Hindia. Pengumuman tersebut mendapat protes dari pihak keluarga penumpang, terutama yang bersal dari negara China, pasalnya pengumuman tidak disertai dengan bukti dan temuan yang valid.
Dalam pesawat tersebut, mayoritas penumpang atau 154 orang yang berada di dalamnya, merupakan warga negara China.
[ald]
BERITA TERKAIT: