Keduanya adalah Lei Lun-han berusia 46 tahun yang merupakan wakil presiden dan direktur Hongkong Morning News Media Group Ltd dan Lam Kin-ming, eksekutif senior perusahaan media tersebut berusia 54 tahun. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Polisi setempat mengkonfirmasi bahwa dua orang eksekutif surat kabar tersebut diserang oleh empat orang menggunakan pipa logam. Ketika itu, Lei dan Lam tengah istirahat makan siang di luar Museun Sains di Tsim Sha
Tsui, lokasi wisata utara di Hongkong.
Insiden penyerangan tersebut membawa kecemasan baru dalam kebebasan pers di Hongkong. Pasalnya, terjadi kurang dari sebulan setelah insiden serupa menimpa wartawan Hongkong, Kevin Lau yang dirawat di rumah sakit setelah ditusuk oleh orang tak dikenal menggunakan pisau.
Lau sebelumnya merupakan kepala editor surat kabar lokal Hongkong Ming Pao. Ia dipecat karena berita-beritanya kerap mengkritik China. Pemecatannya tersebut memicu protes dari rekan-rekannya sesama wartawan.
Hanya beberapa hari sebelum insiden penyerangan menimpa Lau, ribuan warga Hongkong turun ke jalan menyuarakan penolakan atas upaya Partai Komunis China untuk mengendalikan media Hongkong.
Sementara itu ketua asosiasi wartawan Hongkong, Shirley Yam menjelaskan kepada
CNN bahwa ia melihat ada kaitan yang jelas antara serangan dan profesi korban.
"Mereka adalah orang-orang kunci dari surat kabar dan mereka diserang pada saat yang sama," katanya sambil menambahkan bahwa penyerangan tersebut adalah ancaman atas kebebasan.
[wid]
BERITA TERKAIT: