Menteri Ketenagakerjaan Yassierli:

Disparitas UMP Tak Bisa Selesai Satu Tahun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Rabu, 21 Januari 2026, 15:57 WIB
Disparitas UMP Tak Bisa Selesai Satu Tahun
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
rmol news logo Persoalan disparitas upah minimum masih menjadi tantangan struktural dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perbedaan upah minimum antarwilayah, termasuk selisih antara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dan daerah penyangga seperti Bekasi, merupakan realitas yang harus dihadapi pemerintah.

"Disparitas (UMP) tentu tidak bisa selesai dalam satu tahun," kata Yassierli kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan upah tidak bisa diseragamkan dalam satu angka, karena ada wilayah dengan kenaikan yang terlalu tinggi dan wilayah lain masih rendah.

Namun, Yassierli tidak mengungkap target waktu  kapan kesenjangan tersebut akan dituntaskan. 

Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi IX DPR, pemerintah menerima masukan DPR agar ada peta jalan yang lebih jelas terkait penyelesaian kesenjangan upah minimum dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

"Kita terima bahwa harus ada sebuah roadmap bagaimana disparitas atau adanya gap upah minimum dengan KHL itu kapan, berapa lama akan bisa dicapai," pungkas Yassierli.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA