"Adara dan dua organisasi lainnya turun langsung ke rumah-rumah para pengungsi sehingga kita dapat mengetahui bagaimana kondisi para pengungsi, selain itu kita berupaya untuk mengumpulkan anak-anak dan para janda untuk mengadakan sebuah acara. Acara ini sebagai hiburan untuk mereka dan Adara akan membagi keceriaan dengan memberikan sedikit bingkisan dari bantuan raykat Indonesia yang kami kumpulkan," ujar perwakilan Adara, Latifah Hariri, di Amman, kemarin waktu Jordania.
Perempuan yang akrab disapa Teh Ipun ini mengatakan ada 2 juta pengungsi Palestina di Jordania, sedangkan penduduk Jordania sendiri diperkirakan berjumlah 6 juta jiwa. Ada 10 daerah pengungsi Palestina yang ada di Jordania, salah satunya adalah Zarqo.
Saat kunjungan pertama di pengungsian yang kumuh, Adara berkesempatan ke rumah seorang janda Ummu Fatmah yang memiliki tujuh anak, dan anak bungsunya berumur 4,5 tahun sampai saat ini belum bisa berdiri dikarenakan mengalami gizi buruk. Ummu Fatmah tetap berusaha sekuat tenaga membesarkan anak-anaknya.
"Adara memberikan bingkisan kepada keluarga Ummu Fatmah dan insyaa Allah bantuan lainnya segera menyusul," jelas pimpinan lembaga Pesantren Ummu Habibah, Tangerang Banten ini.
Kunjungan rombongan selanjutnya menemui Ummu Layali. Pengungsi asal Nablus Palestina dari keluarga miskin itu memiliki tiga anak. Saat tim Adara, KNRP dan PII berkunjung ke rumah yang sangat sederhana, kecil dan memprihatinkan namun sangat bersih dan rapih. Suami Ummu Layali sedang sakit, namun tetap memaksakan diri untuk menemui rombongan.
"Bahkan sang suami yang sakit ini sangat memuliakan tamu, sampai-sampai kita 'ditahan' pulang untuk sekedar minum teh padahal kehidupan mereka sangat memprihatinkan. Kepada kami suami Ummu Layali mengatakan, 'Anda Saudara kami yang jauh, yang selalu memperhatikan kami bangsa Palestina," tutup Teh Ipun seperti tertulis dalam pesan elektroniknya yang diterima redaksi sesaat lalu (Selasa, 31/12).
[dem]
BERITA TERKAIT: