Politisi sayap kiri, Michelle Bachelet, diperkirakan akan unggul dari lawan tangguhnya, Evelyn Matthei. Dalam putaran pertama bulan November lalu, Bachelet mengantongi 47 persen suara pemilih. Sedangkan Matthei hanya mendapatkan 25 persen suara.
Evelyn Matthei adalah menteri tenaga kerja dari kabinet koalisi yang dipimpin Sebastian Pinera dan kini sedang berkuasa. Sementara Bachelet pernah menjadi presiden Chili pada periode 2006-2010.
Jurnalis
BBC di Santiago, Gideon Long, melaporkan bahwa secara umum tampaknya Bachelet akan memenangkan pemilihan. Bachelet memimpin koalisi Partai Sosialis, Partai Kristen Demokrat dan Partai Komunis. Salah satu tema utama kampanye Bachelet adalah mengurangi jurang perbedaan antara miskin dan kaya.
Bachelet ingin meningkatkan pajak sehingga rakyat mendapatkan pendidikan tinggi yang gratis. Dia juga ingin mereformasi sistem politik dan ekonomi yang diwariskan Jenderal Augusto Pinochet yang berkuasa antara 1973 hingga 1990.
Di tahun 2010 lalu, Bachelet kalah dalam pemilihan presiden dan gagal melanjutkan kekuasaannya untuk periode kedua. Namun ketika meninggalkan Istana Kepresidenan, Bachelet masih mengantongi dukungan yang sangat besar.
Adapun Matthei memasuki arena pemilihan umum setelah dua kandidat dari kubu kanan-tengah mengundurkan diri awal tahun ini. Ia mengatakan akan melanjutkan program Presiden Pinera, dan membuat keadaan lebih baik.
Saat masih kanak-kanan di era 1950an, kedua kandidat presiden Chili ini adalah teman sepermainan. Ketika itu mereka sering menghabiskan waktu di pangkalan militer tempat ayah mereka bekerja.
Fernando Matthei, adalah salah seorang pengelola sekolah militer. Sementara Alberto Bachelet meninggal dunia di tahun 1974 tak lama setelah kudeta Pinochet.
[dem]
BERITA TERKAIT: