Netanyahu menegaskan bahwa Mojtaba masih hidup, tetapi kini disebut bersembunyi di bunker yang diperkuat atau lokasi rahasia lain demi menghindari ancaman pembunuhan.
Dalam wawancara eksklusif dengan
CBS News, Netanyahu mengungkapkan laporan intelijennya bahwa Mojtaba masih hidup dan kini bersembunyi di bunker untuk menghindari ancaman pembunuhan.
“Saya rasa dia masih hidup. Sulit untuk menentukan kondisinya secara akurat, Anda tahu? Dia hidup dalam keadaan luar biasa, bersembunyi di bunker yang diperkuat atau lokasi rahasia yang tersembunyi," ujarnya, seperti dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Netanyahu menilai Mojtaba kini tengah berusaha mempertahankan kendali sebagai penerus ayahnya, namun kekuatannya tidak lagi sebanding dengan dominasi absolut Ali Khamenei.
"Mojtaba sedang berusaha keras untuk menjalankan wewenangnya, tetapi memiliki bobot dan pengaruh yang lebih kecil dibanding pengaruh ayahnya sebelum terbunuh," papar PM Israel itu.
Pernyataan Netanyahu memperkuat laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei, yang selama ini dikenal lebih nyaman bekerja di balik layar, masih diselimuti ketidakjelasan dalam berbagai isu sensitif, terutama terkait negosiasi regional.
Bahkan, belum ada kepastian sejauh mana ia benar-benar terlibat dalam pengambilan keputusan politik maupun militer sehari-hari di Iran.
Sumber-sumber menyebut kepemimpinan Iran menyadari sepenuhnya bahwa Israel sebelumnya secara sistematis menargetkan pejabat tinggi sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai, dan nama Mojtaba kini berada di posisi teratas dalam daftar target Israel.
Kondisi tersebut membuat Mojtaba disebut terus berada dalam kewaspadaan tinggi di persembunyian rahasianya.
Situasi ini juga memunculkan pertanyaan besar mengenai legitimasi dan efektivitas kepemimpinan barunya di tengah tekanan eksternal dan ancaman internal.
BERITA TERKAIT: