11.420 Anak di Bawah 17 Tahun Tewas Selama Konflik Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 25 November 2013, 14:30 WIB
11.420 Anak di Bawah 17 Tahun Tewas Selama Konflik Suriah
foto: net
rmol news logo Sebanyak 11.420 anak menjadi korban tewas selama konflik yang terjadi di Suriah. Mayoritas tewas karena ledakan bom atau granat, sisanya tewas akibat senjata api maupun tindak kekerasan lainnya.

Hal tersebut terungkap dari laporan hasil analisa terbaru yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis di London Inggris, Oxford Research Group (ORG). Laporan tersebut dipublikasikan di situs resminya, oxfordresearchgroup.org.uk, pada Minggu (24/11).

Laporan yang berjudul "Stolen Futures: The Hidden Toll of Child Casualties in Syria" tersebut mengambil data masyarakat sipil Suriah yang dihimpun PBB untuk dipelajari lebih lanjut.

Penelitian tentang anak-anak yang menjadi korban tewas termasuk mengkategorikannya dalam beberapa hal yakni usia dan jenis kelamin, geografis, dan penyebab kematian mereka selama konflik periode Maret 2011 sampai Agustus 2013.

"Data yang kita analisa menunjukkan bahwa bom dan peluru yang mengakhiri lebih dari sepuluh ribu anak-anak Suriah dalam konflik yang terjadi selama 30 bulan," kata salah satu penulis laporan, Hamit Dardagan, dalam rilis yang dipublikasikan situs ORG.

Hasil analisa ORG menemukan bahwa dari total 113.735 korban tewas selama konflik di Suriah, 11.420 diantaranya adalah anak-anak di bawah usia 17 tahun. Namun hanya 10.586 yang berhasil diidentifikasi secara spesifik mengenai penyebab kematiannya.

Dari total korban anak tersebut, 7.557 tewas akibat ledakan bom atau granat, 2.806 tewas akibat senjata api, termasuk 764 tewas akibat dieksekusi, dan 389 dibunuh akibat penembak jitu. Selain itu, 112 korban tewas akibat penyiksaan, bahkan beberapa diantaranya telah disiksa sejak usia dini. Sedangkan, 128 korban lainnya dilaporkan tewas oleh serangan senjata kimia di Ghouta pada 21 Agustus 2013 lalu.

Kota Aleppo dilaporkan menjadi wilayah dengan korban tewas anak terbesar di Suriah dengan jumlah kematian anak 2.223.

"Apa yang paling mengganggu dari laporan temuan ini bukan hanya tentang jumlah korban anak yang tewas, melainkan juga cara mereka dibunuh," jelas penulis laporan lainnya, Hana Salama.

Laporan tersebut hanya mempertimbangkan korban dengan nama dan lokasi kematian yang dapat diidentifikasi. Karena masih terdapat sejumlah daerah yang sulit diakses informasi terkait hal tersebut.

Konflik yang terjadi di Suriah saat ini tengah dalam proses menuju perundingan damai antara pemerintah dengan kelompok pemberontak yang dimediasi oleh Rusia dan Amerika Serikat, setelah sebelumnya persenjataan kimia di Suriah telah sepenuhnya dilucuti di bawah pengawasan Internasional  pada akhir Oktober 2013 lalu. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA