Diplomat Barat yang juga pejabat Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) menyebut bahwa lembaganya tengah mempelajari dan mempertimbangkan kemungkinan pemusnahan senjata kimia di atas kapal di tengah laut. Namun pejabat OPCW tersebut menekankan bahwa saat ini belum ada keputusan final atas hal tersebut.
"Satu-satunya hal yang diketahui pada saat ini adalah bahwa pemusnahan dapat dilakukan dengan layak secara teknis," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya pada Selasa (19/11), seperti dilaporkan
Reuters. Suriah setuju untuk memusnahkan dan menghentikan produksi senjata kimianya setelah Rusia membawa Amerika Serikat (AS) ke meja perundingan untuk menciptakan perdamaian di Suriah.
Dalam kesepakatan tersebut, Suriah sepakat senjata kimianya dimusnahkan melalui sejumlah tahap. Tahap awal adalah pelucutan gudang dan produksi senjata kimia di Suriah di bawah pengawasan internasional. Tahap ini selesai dilakukan pada akhir Oktober lalu.
Tahap selanjutnya adalah memusnahkan 1.000 ton senjata kimia yang telah diamankan dan akan berlangsung hingga batas waktu Juni 2014 mendatang. Pemusnahan dilakukan teknisi dan pakar dari sejumlah negara yang dilakukan di bawah pengawasan PBB dan OPCW.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: