"Kami mendeklarasikan bencana nasional untuk mempercepat upaya pemerintah dalam memberikan penyelamatan, menyelamatkan, memberikan bantuan, dan untuk merehabilitasi provinsi yang rusak oleh Yolanda," kata Aquino seperti dilansir dari media setempat,
Sun Star.
Deklarasi keadaan bencana nasional di Filipina tersebut, kata Aquino, merupakan upaya untuk menjamin pengendalian harga pasca bencana terjadi. Juga untuk menghindari kenaikan harga dan penimbunan produk-produk vital, lanjut Aquino.
Aquino juga mengumumkan adanya sejumlah bantuan yang datang ke Filipina dari komunitas internasional, baik dari negara maupun pihak swasta.
"Bantuan juga datang dari negara-negara (yakni) 22 negara telah berjanji memberikan bantuannya termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapura, dan Hungaria," sebutnya.
"Pihak swasta juga memiliki cara lain untuk membantu memulihkan memulihkan negara kita, seperti mengembalikan sistem telekomunikasi dan memasok minyak bagi daerah yang terkena bencana,"sambung Aquino.
Jumlah total korban meninggal akibat bencana topan Haiyan di Filipina hingga hari ini (Selasa, 12/11), seperti keterangan pemerintah setempat yang dikutip oleh
CNN adalah sebanyak 1.774 jiwa. Jumlah tersebut masih mungkin untuk meningkat, pasalnya masih terdapat 660 ribu orang lainnya belum ditemukan. Disamping itu, terdapat juga korban luka-luka yang mencapai jumlah lebih dari 2.487 orang
.[wid]
BERITA TERKAIT: