Suriah diminta menyampaikan daftar lengkap mengenai senjata kimia yang mereka miliki selama ini. Laporan itu harus diserahkan dalam waktu satu minggu sejak kesepakatan. Selain itu, inspektor internasional juga akan berada di Suriah sampai bulan November mendatang.
"Ini dapat mengakhiri ancaman bahwa senjaata (kimia) itu bisa digunakan tidak hanya untuk menghadapi rakyat Suriah, tetapi juga tetangga Suriah," ujar Kerry seperti dikutip dari
CNN.
Presiden AS Barack Obama dari Washington mengatakan hasil pembicaraan kedua negara mewakili gagasan penting untuk menghancurkan senjata kimia Suriah di bawah kontrol dunia internasional.
"Tentu ada konsekuensi yang akan terjadi bila pemerintahan Assad tidak menjalankan kerangka kerja yang disepakati hari ini. Dan bila diplomasi gagal, AS akan mempersiapkan diri untuk melakukan aksi," ujarnya.
Sementara dari Suriah dilaporkan Perdana Menteri Wael Nader al-Halqi menyambut baik hasil pembicaraan AS dan Rusia itu. Menurut
Kantor Berita Suriah yang dikutip
CNN, dia juga mengatakan bahwa negaranya tengah mencari jalan keluar mendasar dari krisis yang tengah terjadi selama 2,5 tahun.
[dem]
BERITA TERKAIT: