Jika hasil resmi mengukuhkan hal itu, maka dipastikan Nawaz Sharif akan kembali memangku jabatan yang pernah disandangnya dua kali pada era 1990an.
Pun demikian sejumlah pengamat memprediksi bahwa tidak akan ada partai yang akan memenangkan mayoritas kursi di parlemen. Ini berarti, untuk mewujudkan impiannya menjadi perdana menteri maka Nawaz Sharif harus membentuk pemerintahan koalisi. Demikian seperti dikutip
Voanews (Minggu, 12/5).
Sharif harus mengajak seluruh pihak di Pakistan untuk bergabung bersamanya dalam menyelesaikan masalah-masalah di negara itu, seperti inflasi, pengangguran, pemadaman listrik dan pemberontakan Taliban.
Saingan utama Sharif, mantan bintang kriket Imran Khan, juga mendapat kursi di parlemen.
Pejabat KPU Pakistan menyebut antusiasme pemilih yang datang memberikan hak suara dalam pemilu ini sangat tinggi. Tempat-tempat pemungutan suara tetap dibuka satu hingga tiga jam lebih lama di beberapa tempat untuk memberi kesempatan kepada mereka yang masih antri untuk memberi suara.
[ian]
BERITA TERKAIT: