Demikian ditegaskan Presiden AS Barack Obama saat bertemu dengan Raja Yordania Abdullah di Gedung Putih seperti dilansir
Voanews (Sabtu, 27/4).
Namun demikian, Obama mengakui bahwa masih banyak bukti-bukti yang diperlukan untuk membuktikan penggunaan senjata kimia tersebut, termasuk bagaimana, kapan dan di mana Suriah mungkin telah menggunakan senjata itu.
"Semua temuan sekarang ini hanya sebatas penilaian pendahuluan berdasarkan data intelijen Amerika. Bersama dengan mitra-mitra regional dan PBB, akan berupaya mendapatkan bukti lebih langsung untuk menguatkan laporan-laporan itu," tegasnya.
Laporan dari dinas-dinas intelijen Amerika, pada Kamis (25/4) waktu setempat, meyakini bahwa Pemerintah Suriah telah menggunakan gas sarin dalam skala kecil terhadap pemberontak yang hendak menggulingkan Presiden Bashar al Assad.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: