Pernyataan keras Capriles reaksi atas kampanye terakhir yang dilakukan oleh Maduro. Dimana dalam sebuah tayangan televisi lokal menggambarkan mantan wakil presiden tersebut mengunjungi makam Hugo Chavez. Dalam tayangan itu, Maduro tampak memberikan pidato politik untuk memilih dirinya sebagai presiden menggantikan Chavez.
Aksi ini disebut Capriles sebagai bentuk akting politik, untuk mempengaruhi para pemilih. Selain itu, Capriles juga menyalahkan pemerintah yang memberikan fasilitas negara untuk kebutuhan kampanye. Ia akhirnya mengadukan aksi Maduro itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Venezuela.
''Mereka (Maduro) melangggar norma pemilu. Mereka tidak tahu apa-apa selain penyalahgunaan kewenangan dan kekuasaan,'' katanya, seperti dikutip
BBC (Minggu, 14/4).
Sejak kematian Chavez Maret lalu, spekulasi memuncak tentang siapa pewaris jabatan tokoh kharismatik itu. Capriles adalah pesaing utama kubu pemerintah, sedangkan Maduro digadang-gadang akan melanjutkan cita-cita Chavez.
Capriles juga merupakan pesaing keras Chavez dalam pemilihan presiden tahun lalu. Dengan idiologi berbeda, Capriles menghendaki agar Venezuela kembali ke ekonomi pasar bebas. Sebuah terobosan pembangunan yang bertolak berlakang dengan cita-cita Chavez.
Pemungutan suara sendiri baru akan dilakukan pada Minggu (14/4) pukul 06.30 waktu setempat atau Senin (15/4) waktu Indonesia. Sekitar 19 juta pemilih akan mendatangi TPS masing-masing untuk menentukan nasib Venezuela kedepan.
[ian]
BERITA TERKAIT: