Para peneliti dari Universitas King's College menyebutkan temperatur dan polusi udara di Inggris meningkat dan telah melebihi ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia. Kondisi seperi itu berpotensi menimbulkan masalah pernafasan bagi para atlet.
"Tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup untuk penampilan prima. Artinya, mereka tidak mungkin memecahkan rekor dalam kondisi yang seperti ini," kata Direktur Kelompok Penelitian Lingkungan Hidup King's College London, Profesor Frank Kelly, sebagaimana dikutip
Reuters (Sabtu, 28/7).
Sementara itu, Pemerintah Inggris juga telah mengumumkan bahwa tingkat konsentrasi ozon di wilayah Inggris selatan sejak Rabu (25/7) waktu setempat, telah mencapai 190 mikrogram per kubik meter. Padahal batasan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 100 mikrogram per kubik meter.
Peningkatan level ozon disebabkan arus hawa panas dan polusi industri dan perputaran udara panas yang lambat di sekitar daerah padat penduduk di tenggara Inggris dan barat Eropa.
Namun demikian, pejabat pemerintah mengatakan bahwa kebanyakan orang tidak akan terpengaruh akibat peningkatan polusi jangka pendek ini kecuali mereka yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru.
[ian]
BERITA TERKAIT: