Dalam Khutbah tersebut, Ayatollah Kashani menyeru kepada umat muslim di seluruh dunia untuk bersatu melawan pembantaian orang muslim di Myanmar. Karena pembantaian ini, lanjut Khasani, sama saja dengan melawan umat Islam di seluruh dunia. Ia secara khusus juga meminta rakyat Iran untuk menyikapi permasalahan kemanusiaan di Myanmar ini.
"Kita (Iran) terikat kewajiban, yang menurut Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, rakyat Iran harus bergerak ke arah sistem kehakiman di dunia, harapan dan idealisme realistis kemanusiaan," ujar Ayatollah Mohammad Emami Kashani dalam Khutbah tersebut, sebagaiamana dikutip kantor berita Iran,
IRNA (Sabtu, 28/7).
Jamaah dalam salat Jumat itu tak jarang menyambut khutbah Ayatollah Kashani dengan teriakan "Allahu Akbar, Hancurlah AS, Hancurlah Israel,". Ini memperlihatkan tekad kuat warga Iran untuk membantu etnis Rohingya dari krisis kemanusian yang terjadi di Myanmar.
Pemerintah Myanmar menolak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Bahkan pemerintah Myanmar menyebut Rohingya sebagai pendatang gelap. Padahal etnis ini merupakan keturunan dari orang muslim dari Persia, Turki, Benggala dan Pathani yang datang ke negeri itu pada abad 8.
Sedikitnya 650 orang muslim Rohingya meninggal dunia selama bentrokan yang terjadi di wilayah Rakhine, Myanmar barat. Sementara 1.200 orang hilang dan 80 ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal.
[ian]
BERITA TERKAIT: