Alasan inilah yang kemudian membuat pemerintah Iran dengan tegas mendesak PBB untuk mengambil tindakan dalam menyikapi masalah kemanusiaan di Myanmar.
"PBB harus mengambil langkah-langkah tegas sekaligus memelihara semangat piagam PBB dalam melindungi hak orang-orang muslim di Myanmar dengan memanggil pemerintah Myanmar agar mengakhiri tindakan berutalnya," tulis Wakil tetap Iran untuk PBB Mohammad Khazaie dalam surat resmi ke Ban-ki Moon sebagaimana dikutip
Press TV (Minggu, 22/7).
Dalam surat tersebut, Khazaie secara tersirat juga mempertanyakan sikap masyarakat internasional yang lamban dalam menyikapi pelanggaran HAM di Myanmar tersebut.
"Kami percaya bahwa pembersihan etnis dan agama terhadap umat Islam di bawah dalih apa pun tidak dapat dibenarkan dan tidak bisa diterima menurut hukum internasional yang kita diakui," lanjut Khazaie pada surat itu.
Hingga saat ini telah tercatat sedikitnya 650 etnis Rohingya tewas dan 1.200 dilaporkan hilang akibat dari tindak kekerasa yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar.
Pemerintah Myanmar menolak mengakui etnis muslim Rohingya sebagai warga pribumi. Pemerintah Myanmar bahkan mengelompokan Rohingya sebagai imigran gelap, padahal mereka telah menetap hingga berabad-abad di Myanmar.
[ian]
BERITA TERKAIT: