Untuk itu, sebuah kelompok pengusaha bioskop Amerika Serikat yang tergabung dalam NATO (National Association of Theatre Owners) akan meninjau ulang prosedur keamanan bioskop mereka masing-masing pasca penembakan brutal yang terjadi di sebuah gedung bioskop di Aurora Mall, Colorado.
"Keselamatan para tamu, akan terus menjadi prioritas para pemilik bioskop. Anggota NATO akan bekerja sama dengan badan penegak hukum setempat untuk meninjau ulang prosedur keamanan," menurut pernyataan resmi asosiasi itu sebagaimana dilansir
Reuters (Sabtu, 21/7).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, James "The Joker" Holmes dengan mudah membawa senjata api masuk ke sebuah gedung bioskop yang tengah memutar film perdana Batman, The Dark Knight Rises". Pria 24 tahun itu kemudian menembaki para penonton dengan membabi buta. Akibat insiden tersebut 12 orang dinyatakan tewas sedang 59 lainya mengalami luka-luka.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: