"Saya menyerukan kepada semua negara anggota guna mengambil tindakan kolektif dan tegas untuk segera menghentikan tragedi berdarah di Suriah. Kelambanan DK PBB akan menjadi lisensi untuk pembantaian lebih lanjut," kata Ban dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip
AFP (Sabtu, 14/7).
Ban mengatakan bahwa pembunuhan masal yang menewaskan sedikitnya 200 warga di desa Tremseh menjadi bukti bahwa Presiden Bashar al Assad tidak komitmen pada rencana perdamaian internasional yang digagas mantan sekjen PBB Kofi Annan.
Berdasarkan hal tersebut, lanjut Ban, DK PBB tidak perlu lagi berlama-lama dalam mengambil keputusan. Pasalnya, jika terlalu lama mengambil keputusan maka, lanjut Ban, akan ada konsekuensi serius yang harus dipertanggungjawabkan dunia internasional.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: