Kedua pemimpin petinggi ini akan menbicarakan masalah krisis finansial yang saat ini melanda Palestina. Terlebih menjelang datangnya bulan Ramadhan ini, Palestina masih kesulitan untuk menggaji dan memberikan tunjangan kepada para pegawai negara dan warganya.
"Abbas meminta bantuan dari Kerajaan Arab Saudi, yang selalu aktif memberikan dukungan ke Palestina," ujar seorang diplomat Palestina, Jamal Shobaki, sebagaimana dilansir
AFP (Sabtu, 14/7).
Hingga saat ini jumlah utang Palestina mengalami peningkatan pesat, bahkan diprediksi sudah mencapai miliaran dolar AS.
Pemerintah setempat mengatakan bahwa Palestina membutuhkan dana sedikitnya 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,7 triliun untuk mengatasi krisisnya. Sedangkan komitmen dari negara-negara donor hingga saat ini belum terealisasi penuh.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: