Ini terjadi setelah Mitt Romney menyebut Presiden Obama terlalu menyepelekan potensi resiko yang bisa ditimbulkan oleh pemipin Sosialis tersebut.
Peristiwa itu bermula saat Obama yang berbicara di sebuah stasiun televisi berbahasa Spanyol pekan ini mengatakan bahwa tindakan Chavez dalam beberapa tahun terakhir ini belum memiliki dampak yang serius terhadap keamanan nasional AS.
Namun, pernyataan Obama ini mendapat kritikan dari Romney yang sejurus kemudian mengatakan bahwa pernyataan Obama ini tidak hanya menyepelekan ancaman Venezuela, tapi juga menunjukkan pola kelemahan Presiden AS tersebut dalam mengeluarkan kebijakan luar negeri.
Chavez yang merasa tersinggung segera membalas komentar Romney tersebut dalam sebuah wawancara di televisi lokal Venezuela dan menolak negaranya merupakan ancaman bagi negara lain.
" Venezuela bukan Ancaman bagi siapapun. Ini semua tipuan kaum imprealis yang selalu menyebut bahwa Venezuela sedang diperkaya di Venezuela, bahwa kita sedang menyiapkan rudal disini, bahwa kita termasuk pendukung terorisme,"" ujar Chavez, sebagaimana diberitakan
Reuters (Sabtu, 14/6).
Tidak hanya itu saja, seakan ingin memojokkan Mitt Romney, Chavez secara terang-terangan dalam wawancara tersebut juga memuji pribadi Barack Obama.
"Saya pikir bahwa Obama, terlepas dari predikatnya sebagai presiden, adalah pria baik," tukas Chavez.
[ian]
BERITA TERKAIT: