"Rusia memantau dan memberikan respons terhadap rencana ini. Tentu saja, sebagai mitra kami (AS dan Eropa) seharusnya tidak perlu membangun perisai misil karena ini akan mengundang respons dari kami," ujar Putin, seperti dikutip
RIA Novosti, Sabtu (16/6).
Presiden yang pernah menjabat sebagai intelejen Rusia tersebut mengingatkan bahwa pembangunan misil tersebut akan memicu perlombaan senjata sebagaimana yang pernah terjadi pada perang dingin. Itu pula yang dilakukan rusia saat ini untuk merespon keberadaan pembangunan misil tersebut.
"Kami harus mengimplementasikan sistem pertahanan nasional secara tegas dalam waktu yang tepat, dengan kualitas yang masuk akal. Bila kami melakukan hal itu, Rusia tidak akan terancam," tegasnya.
Rusia selalu memandang sistem pertahanan misil Eropa sebagai sebuah senjata yang mengancam fasilitas nuklir Rusia. Putin maupun Perdana Menteri Dmitry Medvedev menilai, sistem pertahanan itu lambat laun akan menjadi senjata yang mematikan.
Namun NATO dan juga AS mengatakan sistem pertahanan misil itu tidak akan mengancam Rusia. Mereka juga berupaya keras untuk meyakinkan Rusia bahwa senjata-senjata yang mereka miliki ditujukan untuk Iran atau Korea Utara.
[ian]
BERITA TERKAIT: