Seorang juru runding nuklir Iran, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan analisa yang dilakukan oleh institut AS tersebut tidak benar. Ia justru balik menuduh bahwa laporan tersebut sengaja dilakukan untuk merusak kerjasama yang sudah terjalin baik antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
"Masalah ini menunjukkan bahwa beberapa orang berniat untuk merusak kerjasama konstruktif yang ada antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional," ujar utusan pemerintah Iran untuk IAEA itu, sebagaimana diberitakan kantor berita
IRNA (Minggu, 27/5).
Berdasarkan laporan IAEA, sebagian hasil pengayaan uranium Iran mendekati ambang batas yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir. IAEA pun telah meminta Teheran untuk memberi penjelasan lengkap tentang jejak itu.
Iran mengatakan hal itu semata kesalahan teknis, menurut laporan tersebut dan sebagaian besar para analis dan diplomat mengatakan versi Iran terdengar lebih masuk akal ketimbang tuduhan institusi asal AS. Bahkan Direktur Jenderal IAEA menegas tidak ada penyelewengan dalam program nuklir Iran.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: