Menurut pemerintah Iran, perairan yang memisahkan Iran dan negara-negara Arab di kawasan itu merupakan Teluk Persia dan hal tersebut tidak dicantumkan dalam Google Map.
Iran telah memperingatkan bahwa Google akan menghadapi kerugian serius jika tidak menyebut wilayah itu sebagai Teluk Persia.
"Jika Google tidak memperbaiki kesalahan secepat mungkin, kami akan mengajukan keberatan resmi melawan Google," kata Menteri Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 19/5).
Sementara itu, negara-negara Arab seperti Saudi Arabia, UEA, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait mengklaim wilayah tersebut sebagai teluk Arab.
Meskipun tekanan meningkat dari Arab untuk menyebut wilayah itu sebagai Teluk Arab, atau setidaknya dengan dua nama, Iran tetap bersikeras tidak mau dan mengatakan bahwa mereka memiliki bukti sejarah yang kuat bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari wilayah Persia.
Kontroversi mengenai hilangnya nama teluk Persia bermula pada awal bulan ini ketika Kantor Berita Iran, Irna, melaporkan bahwa Google telah menghapus nama Teluk Persia di layanan peta miliknya.
Keputusan itu mendapatkan kecaman dari otoritas dan oposisi. Ribuan warga Iran menyampaikan kemarahannya pada blog dan forum online. Google menolak kritikan itu dan mengatakan bahwa wilayah laut itu belum diberi nama sejak awal.
[ian]
BERITA TERKAIT: