Sanksi Terhadap Minyak Iran Ternyata Tidak Digubris oleh Sekutu AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 19 Mei 2012, 09:47 WIB
Sanksi Terhadap Minyak Iran Ternyata Tidak Digubris oleh Sekutu AS
Ilustrasi/ist
RMOL. Pemberlakuan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan Uni Eropa bagi negara yang mengimpor minyak dari Iran ternyata tidak digubris oleh salah satu negara sekutunya di Asia Timur, Taiwan.

Hal ini berdasarkan data terbaru dari Biro Taiwan yang menunjukkan bahwa impor minyak mentah negara tersebut dari Iran justru mengalami pelonjakan tertinggi pada 15 bulan terakhir. Dilaporkan biro tersebut bahwa terjadi kenaikan 50 persen dari volume terdaftar untuk periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sebagaimana dikutip Press TV (Sabtu, 19/5), menurut data yang dikeluarkan oleh biro di bawah Departemen Urusan Ekonomi, Taiwan mengimpor sebanyak 2,96 juta barel minyak mentah dari Iran pada bulan Maret dengan pasokan 95.581 barel per hari, selama periode tersebut.

Iran menyumbang 10,2 persen dari total impor minyak mentah Taiwan di bulan Maret, yang merupakan angka tertinggi kedua sejak Januari 2011.

Menurut beberapa perusahaan importir minyak mentah Taiwan, belum ada intruksi definitif dari pemerintah untuk menghentikan impor minyak dari Iran.

Kondisi ini sangatlah memprihatinkan bagi Amerika Serikat dan Uni Eropa yang telah memberlakukan sanksi terhadap minyak Iran. Pasalnya, Taiwan merupakan salah satu negara sekutu AS di Asia Timur, tapi tidak menggubris sama sekali sanksi yang diterapkan oleh AS.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA