Hitler mengirimkan kartu pos itu pada tahun 1916, ketika itu dia dirawat di sebuah rumah sakit di Munich, Jerman, akibat terluka dalam sebuah pertempuran.
Hitler yang saat itu baru berusia 27 tahun, mengirim kartu pos tersebut kepada rekannya yang juga serdadu Jerman bernama Karl Lanzhammer. Dalam surat tersebut Hitler membicarakan mengenai proses penyembuhannya dan memperlihatkan keinginannya untuk kembali ke medan pertempuran.
Seorang ahli sejarah Perang Dunia I, Dr Thomas Weber mengatakan bahwa Hitler kemungkinan mengirim kartu pos serupa kepada rekan-rekannya yang lain yang masih dalam satu kesatuan.
Bertukar kabar melalui kartu pos, lanjut Weber merupakan sesuatu yang lazim dilakukan pada saat itu.
Kartu pos bersejarah tersebut ditemukan oleh orang-orang yang terlibat dalam sebuah proyek penelitian sejarah Eropa. Ketika dipastikan penulis kartu pos itu adalah Adolf Hitler, para pihak yang terlibat dalam penelitian ini merasa takjub.
"Saya rasanya sulit mempercayai bahwa isi kartu pos yang merekam kegiatan manusia pada umumnya, tapi ternyata kartu pos itu ditulis oleh Adolf Hitler," ujar salah satu ahli dari Universitas Oxford, Inggris, yang terlibat dalam proyek tersebut, Stuart Lee, sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 6/5).
Proyek penelitian yang melibatkan ahli sejarah ini secara khusus mendalami periode sejarah Eropa pada rentang 1914-1918.
[ian]
BERITA TERKAIT: