Pelaku pasar mewaspadai rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi global.
Setelah mencatatkan lonjakan tajam dalam empat tahun terakhir, indeks STOXX 600 tergelincir pada penutupan perdagangan Kamis 9 April 2026 waktu setempat. Reuters melaporkan, indeks tersebut ditutup melorot 0,15 persen atau 0,91 poin menjadi 612,59 poin
Aksi jual melanda bursa-bursa Utama. Di Jerman, indeks DAX Jerman memimpin pelemahan dengan terjun 1,14 persen atau 273,64 poin menjadi 23.806,99.
Bursa Prancis juga layu. Indeks CAC 40 ditutup melemah 0,22 persen atau 18,07 poin ke posisi 8.245,80. Demikian juga dengan Inggris, indeks FTSE 100 berkurang 0,05 persen atau 5,40 poin ke posisi 10.603,48.
Di lantai bursa, sentimen defensif sangat terasa pada saham-saham manufaktur dan teknologi. Raksasa industri seperti Siemens dan Airbus terseret jatuh lebih dari 2 persen, sementara SAP ambles ke level terendah dalam dua tahun terakhir akibat kekhawatiran pemangkasan anggaran teknologi perusahaan.
Di saat sektor barang mewah seperti LVMH ikut melemah 3 persen, hanya sektor energi yang tampil perkasa dengan kenaikan hampir 2 persen.
Pergerakan ini menegaskan bahwa pelaku pasar kini lebih memilih bermain aman, mengalihkan fokus pada risiko inflasi energi daripada sekadar mengejar reli sementara.
BERITA TERKAIT: