Harga minyak jenis brent tersebut jatuh 4,05 dolar AS atau turun sekitar 4 persen. Ini membuat harga minyak jenis brent tersebut jatuh di angka 98,49 dolar AS per barel yang merupakan angka minyak terendah sejak 6 bulan terakhir.
Turunnya harga minyak ini terjadi setelah data tenaga kerja AS yang dirilis lebih lemah dari yang diperkirakan.
"Sulit untuk melihat harga tetap bisa berada titik mendidihnya di tengah ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan," ujar kepala pengamat energi ITG
Investment Research Judith Dwarkin sebagaimana dilansir
Reuters (Sabtu, 5/5).
Dalam seminggu terakhir, harga minyak sudah menunjukan penurunan drastis sebanyak 6 dolar AS. Ini berarti total harga minyak telah turun sebanyak 12 dolar AS sejak harga minyak mencapai level tertinggi 110 Dolar AS per barel pada Februari lalu.
Bahkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat juga telah jatuh diangka 3,80 dolar AS per galon dari posisi 3,94 dolar per galon pada awal April lalu.
Harga minyak sempat mencapai peningkatan harga yang signifikan beberapa bulan terakhir. Ini akibat meningkatnya permintaan minyak dunia dan di waktu yang bersamaan pasokan minyak dunia terancam berkurang.
Penyebab terancam berkurangnya pasokan minyak dunia ini tak lain terjadi karena krisis nuklir Iran. Pada saat krisis tersebut, harga minyak mencapai level tertinggi pada angka 110 dolar AS per barel.
[ian]
BERITA TERKAIT: