Pernyataan tersebut disampaikan Obama pada Jumat (20/4), dalam sebuah rekaman pesan video yang ditujukan kepada rakyat di kedua negara tersebut.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama Jumat malam menyerukan diakhirinya pertempuran antara Sudan dan Sudan Selatan dan perundingan langsung antara para pemimpin kedua negara untuk menyelesaikan konflik mereka.
Obama mengimbau agar pemerintah Sudan segera menghentikan segala bentuk tindakan militernya, termasuk pengeboman udara. Begitu juga pemerintah Sudan Selatan, harus mengakhiri dukungannya terhadap kelompok bersenjata di Sudan dan pihaknya harus mengupayakan penghentian aksi militer diperbatasan.
"Para presiden dari Sudan dan Sudan Selatan harus berani untuk kembali ke meja dan berunding untuk mengatasi masalah ini secara damai," tegas Obama seperti dilansir
Washington Post (Sabtu, 21/4).
Imbauan Obama ini muncul sesaat setelah Sudan, pada Jumat (20/4), mengatakan pasukannya tengah mengejar pasukan Sudan Selatan dari ladang minyak utama.
Bentrokan di wilayah perbatasan antara Sudan dan Sudan Selatan ini meningkat sejak pekan lalu. Serangan udara sering dilakukan oleh Sudan dengan dalih memukul mundur pasukan Sudan Selatan dari ladang minyak mereka di Heglig.
Sejak terjadi invasi, produksi di Heglig telah ditutup dan fasilitas mengalami kebocoran. Masing-masing pihak menuduh merusak infrastruktur minyak itu.
Kekerasan Heglig merupakan hal terburuk sejak Sudan Selatan memperoleh kemerdekaannya Juli tahun lalu, setelah sebelumnya terjadi perang sipil sejak 1983 hingga 2005 di mana lebih dari dua juta orang meninggal.
BERITA TERKAIT: