Pernyataaan ini muncul jelang akan diselenggarakannya KTT Keamanan Nuklir di Seoul, Korea Selatan, pada 26-27 Maret mendatang.
"Setiap tindakan provokatif akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap kami dan konsekuensinya akan menjadi hambatan besar dalam pembicaraan denuklirisasi di Semenanjung Korea," tulis suratkabar media Korut KCNA sebagaimana dikutip Russia Today (Sabtu, 24/3).
Pernyataan keras negera yang menutup diri dari dunia internasional ini dipicu oleh pernyataan Barack Obama yang mengumumkan bahwa rencana peluncuran satelit Korea Utara dengan menggunakan roket jarak jauh merupakan sebuah bentuk tindakan pelanggaran terhadap perjanjian internasional.
Korea Utara sendiri sedianya akan melakukan peluncuran satelit dengan menggunakkan roket jarak jauh tersebut pada April 2012 nanti. Amerika serikat dan sekutunya, termasuk Korsel, mencurigai peluncuran satelit Korut tersebut merupakan upaya Korut membangun rudal berjarak antar benua dan mengembangkan hulu ledak nuklir mereka.
Presiden Korsel Lee Myung-bak dikabarkan akan membawa masalah peluncuran nuklir Korut ini dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir yang akan dihadiri 58 kepala negara dan organisasi internasional. Pemerintah Korsel berharap dalam KTT Keamanan Nuklir, masyarakat dunia mendukung denuklirisasi di muka bumi ini, khususnya di Korea Utara. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: