Prabowo tiba sekitar pukul 08.59 WIB dengan mengenakan baju safari krem dan peci hitam.
Ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.
Dalam konferensi pers, Prabowo menyampaikan bahwa seluruh pasien korban kecelakaan telah mendapatkan penanganan yang baik, dengan sebagian besar sudah dipulangkan ke rumah.
"Sebagian sudah pulang, kalau tidak salah masih sekitar total 60 ya, 54 dan hampir semuanya sudah ditangani yang saya lihat ya. Sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus. Pokoknya semuanya sudah diurus," ungkap Prabowo.
Ia juga menegaskan pemerintah akan segera membangun flyover di Bekasi untuk menjaga keamanan jalur kereta dan mengurai kepadatan kendaraan di wilayah tersebut.
"Kita segera akan atasi pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," kata dia.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui jumlah korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi pada Senin malam, 27 April 2026.
Hingga Selasa pagi, tercatat tujuh penumpang meninggal dunia, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sampai saat ini kami telah mengevakuasi 81 penumpang yang mengalami luka-luka, dan tujuh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” ujar VP Corporate Communication KAI Anne Purba kepada wartawan.
KAI juga memastikan seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan korban akan ditanggung penuh melalui asuransi serta dukungan perusahaan.
“Kami memastikan seluruh upaya terbaik dilakukan. Biaya pengobatan dan kebutuhan lainnya akan ditanggung oleh asuransi dan PT KAI,” kata Anne.
Untuk sementara, aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur dihentikan guna memprioritaskan proses evakuasi dan penanganan lokasi kejadian.
BERITA TERKAIT: