Penurunan peringkat kredit Perancis ini menggambarkan bahwa krisis utang yang terjadi di zona Euro dalam dua tahun terakhir sudah parah. Krisis ini juga menimbulkan keraguan di kalangan pelaku pasar keuangan akan masa depan mata uang regional di Uni Eropa itu.
Sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 14/1) selain Perancis, penurunan rating peringkat utang juga dialami sejumlah negara Uni Eropa seperti Malta, Slovakia, dan Slovenia yang masing-masing mengalami penurunan satu tingkat. Sedangkan untuk Italia, Spanyol, Portugal, dan Siprus menderita penurunan dua peringkat.
Saat ini Jerman adalah satu-satunya negara Uni Eropa pengguna Euro yang menurut S&P masih bertahan di peringkat AAA karena ekonominya dipandang paling stabil.
Para pemimpin Eropa sebelumnya telah mengeluarkan beberapa inisiatif dalam menghadapi krisis ekonomi yang secara sistemik berlangsung di negara pengguna Euro.
Saat ini, sejumlah negara telah menerapkan langkah yang kurang populer dalam menanggulangi krisis, yaitu dengan menerapkan penghematan anggaran dan menaikkan pajak. Kebijakan tersebut menyebabkan gelombang PHK di kalangan pegawai negeri sipil dan memicu serangkaian protes.
[ald]
BERITA TERKAIT: