Sambil melambaikan bendera Palestina dan poster yang berpesan setiap bangsa berhak untuk sebuah negara yang merdeka, para demonstran berpendapat bahwa inisiatif PBB untuk mengakui negara Palestina merupakan langkah penting yang dapat memberikan harapan bagi perundingan antara Israel dan Otoritas Palestina yang mulai meredup.
Diperkirakan media massa Haaretz (Sabtu, 16/7), hampir dua ribu warga Palestina dan Israel menghadiri pawai kemerdekaan tersebut. Penyelenggara pawai sempat merasa khawatir kelompok sayap kanan Israel akan mencoba menganggu pawai. Namun ketakutan tersebut tidak terbukti. Salah satu sebabnya, pawai tersebut dikawal oleh ratusan polisi.
Pawai kemerdekaan ini menelusuri garis jalan yang digunakan untuk membagi Timur dan Barat Yerusalem sebelum Perang Enam Hari pada tahun 1967. Ini dimulai di Gerbang Jaffa dan berakhir di lingkungan Sheikh Jarrah.
Para demonstran ini terinspirasi dari perjuangan aktivis anti apartheid Nelson Mandela dengan mengusung slogan hanya orang bebaslah yang dapat bernegosiasi. Pawai ini juga membuktikan Yahudi dan arab memiliki satu visi bersama untuk mengakhiri pendudukan di Palestina.
"Suatu tindakan orang yang mendambakan kebebasan dan kemerdekaan Palestina adalah satu-satunya solusi yang dapat mencegah gelombang kekerasan anti Israel dan Palestina," ujar juru bicara gerakan Solidaritas Avner Inbar.
[ald]
BERITA TERKAIT: