Rencana tersebut mencuat saat Prabowo berpidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok pekan lalu.
“Rusia akan masuk secara besar-besaran ke Indonesia, mengembangkan pabrik pengolahan bersama dengan kelompok-kelompok Indonesia,” kata Prabowo, dikutip Senin, 7 September 2026.
Rusal merupakan salah satu produsen aluminium terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan perusahaan tersebut memproduksi sekitar 3,91 juta ton aluminium sepanjang 2025, setara sekitar 5,3 persen dari total produksi aluminium dunia.
Rencana investasi Rusal berkaitan dengan pembangunan pabrik pengolahan aluminium di Indonesia, yang akan dikembangkan bersama dengan mitra domestik.
Namun, pemerintah belum memerinci nilai investasi, lokasi, maupun kapasitas fasilitas yang akan dibangun.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti rencana investasi tersebut dengan mempersiapkan proses masuknya investasi bersama kementerian teknis terkait.
"Jadi apa yang sudah kemarin disampaikan oleh Pak Presiden di dalam forum itu tentu nanti akan kita dalami seperti apa," kata Edi dalam sebuah pernyataan.
Terkait langkah lanjutan yang akan ditempuh pemerintah, Edi mengatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden.
BERITA TERKAIT: