EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro menyampaikan bahwa penetapan perpanjangan ini diterbitkan melalui NOTAM A3348/26 yang berlaku mulai pukul 13.23 WIB.
"Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. NOTAM terbaru berlaku mulai pukul 13.23 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 17.30 WIB," kata Hermana.
Terbitnya NOTAM A3348/26 ini sekaligus menggantikan NOTAM A3346/26 yang sebelumnya menetapkan batas penutupan sementara hingga pukul 13.30 WIB.
Hermana menegaskan, AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan ruang udara dan pergerakan sebaran abu vulkanik secara berkala.
"Pembaruan informasi aeronautika dilakukan sesuai perkembangan kondisi demi mendukung keselamatan penerbangan," tegasnya.
Selain itu, AirNav Indonesia juga berkordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan penyampaian navigasi dan kondisi ruang udara berjalan tepat waktu.
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini melumpuhkan ribuan penerbangan di Bandara Soetta. Data Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat, sedikitnya 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan total penumpang mencapai 22.798 orang.
Penutupan berkepanjangan ini memaksa ribuan calon penumpang memadati area terminal untuk melakukan penjadwalan ulang (
reschedule) maupun pengembalian tiket (
refund).
BERITA TERKAIT: