Harapan Baru di Pulau Rengit: PLTS PLN Hadirkan Listrik 24 Jam dan Dongkrak Ekonomi Warga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 04 September 2026, 08:19 WIB
Harapan Baru di Pulau Rengit: PLTS PLN Hadirkan Listrik 24 Jam dan Dongkrak Ekonomi Warga
Petugas PLN melakukan pengecekan panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 78 kilowatt peak milik PT PLN (Persero) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mengubah keseharian 44 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa. 

Jika sebelumnya warga hanya menikmati pasokan listrik selama 12 jam sehari melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, kini mereka dapat menikmati aliran listrik bersih selama 24 jam penuh.

Proyek ini merupakan bagian dari Program PLTS 100 gigawatt peak yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa (25/8), yang mencakup 14 proyek tahap awal di berbagai wilayah. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi melalui percepatan energi baru terbarukan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan kepulauan.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat 4 September 2026.

Aliran listrik penuh ini membawa dampak nyata bagi sektor ekonomi lokal. Hendra, seorang nelayan kepiting rajungan, kini dapat membeli penitis air (freezer) untuk mengawetkan hasil tangkapannya sehingga tidak harus langsung membawanya ke Tanjung Pandan. Manfaat serupa dirasakan Itam Ali, pembuat kapal kayu, yang kini bisa leluasa menggunakan peralatan listrik di siang hari guna mendongkrak produktivitas kerjanya. Warga lainnya, Sofyan, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo serta PLN atas terangnya pulau mereka.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan PLN yang sudah menghadirkan PLTS di pulau kami. Sekarang kami bisa menikmati listrik 24 jam. Alhamdulillah, masyarakat di sini semua senang,” ucap Sofyan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara, Rita Triani, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dicapai berkat inovasi integrasi multi-EBT. Melalui penggabungan panel surya, sistem penyimpanan energi baterai, turbin angin, hingga sel bahan bakar hidrogen ke dalam Green Energy Ecosystem Technopark, PLN berhasil meningkatkan ketersediaan energi dari sistem sebelumnya.

Inovasi tersebut turut memangkas Biaya Pokok Penyediaan listrik di Pulau Rengit dari 16.700 Dolar Rupiah menjadi 12.300 Dolar Rupiah per kilowatt hour, sekaligus menekan potensi emisi karbon hingga sekitar 99,5 ton karbon dioksida per tahun.

“Listrik ramah lingkungan dari PLN di Pulau Rengit bukan sekadar soal hadirnya terang, tetapi bagaimana energi ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Aktivitas bisa berjalan lebih leluasa, dan roda ekonomi di pesisir pun semakin hidup. Inilah bagaimana energi bersih kami hadir untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Rita. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA