Subsidi Gas Melon 2027 Dipangkas, Pemerintah Cari Energi Alternatif

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Jumat, 25 September 2026, 13:44 WIB
Subsidi Gas Melon 2027 Dipangkas, Pemerintah Cari Energi Alternatif
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Subsidi BBM dan LPG Tabung 3 Kg untuk 2027 disepakati sebesar Rp131,39 triliun, turun Rp11,44 triliun dari usulan pemerintah sebesar Rp142,84 triliun.

Berdasarkan hasil Panja Badan Anggaran DPR dalam pembahasan RAPBN 2027, penurunan tersebut terutama dipengaruhi pengurangan volume LPG Tabung 3 Kg dan JBT Solar.

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah menyampaikan, total subsidi energi 2027 disepakati sebesar Rp261,50 triliun. Angka itu lebih rendah Rp11,44 triliun dibandingkan usulan pemerintah sebesar Rp272,94 triliun.

"Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar lebih rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027 sebesar Rp 272.945,3 miliar," ujar Said dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Hukum dan Gubernur BI, Kamis, 24 September 2026. 

Untuk subsidi BBM dan LPG Tabung 3 Kg, angka Rp131,39 triliun tersebut terdiri dari subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) sebesar Rp28,34 triliun dan subsidi LPG Tabung 3 Kg sebesar Rp103,05 triliun.

Volume BBM dan LPG masing-masing disepakati sebesar 19.561,0 ribu KL dan 8.000,0 ribu MT.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan, pengurangan volume LPG tersebut dibarengi dengan persiapan sejumlah sumber energi alternatif, termasuk CNG.

"Kan nanti tahun depan kan sudah mulai adaar CNG dan seterusnya," ujar Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat, 25 September 2026. 

Menurut Erani, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara upaya mengurangi ketergantungan impor, memastikan pasokan dalam negeri, dan menjaga stabilitas harga.

"Ya, banyak hal. Tapi kan pemerintah itu tugas utamanya membangun keseimbangan antara kepentingan untuk mengurangi ketergantungan impor, kemudian pasokannya dalam negeri, stabilitas harga, dan seterusnya," jelasnya.

Untuk sementara, pemerintah dan DPR telah menyepakati volume LPG Tabung 3 Kg sebesar 8 juta MT pada 2027. Pemerintah juga masih mencari sumber pengadaan energi alternatif di luar LPG.

"Sambil pemerintah mencari beberapa sumber untuk pengadaan alternatif energi di luar LPG," kata Erani.

Selain CNG, alternatif yang disiapkan mencakup pembangunan jaringan gas dan transmisi pipa.

"Ya, seperti yang kita ketahui, untuk gas misalnya ada pembangunan jar gas, ada pembangunan transmisi pipa, ada rencana untuk kompor gas, macam-macam lah jalan yang dipakai itu. Tapi kan nggak terlalu gede," tuturnya.

Erani mengatakan, berbagai upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Ya, kita mulai satu per satu. Ya kan nggak bisa langsung semuanya," pungkasnya.

Sementara itu, subsidi listrik tahun berjalan 2027 disepakati sebesar Rp117,84 triliun, sama dengan nominal dalam RAPBN 2027. Adapun subsidi listrik kurang bayar 2025 tetap dialokasikan sebesar Rp12,26 triliun. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA