Harga Beras Naik pada Agustus 2026, BPS Ungkap Penyebabnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 01 September 2026, 20:27 WIB
Harga Beras Naik pada Agustus 2026, BPS Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi beras di pasar (Foto: RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas beras menjadi salah satu penyumbang inflasi pada Agustus 2026.

Berdasarkan catatan BPS, beras mengalami inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,42 persen, dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan harga beras tersebut tidak terlepas dari kondisi produksi padi di lapangan.

Secara historis, periode Agustus disebut menjadi fase transisi setelah Indonesia melewati periode puncak panen raya. Kondisi ini turut memengaruhi ketersediaan pasokan beras di sejumlah wilayah.

"Inflasi beras juga ini dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasarnya. Terutama pada beberapa wilayah di Indonesia kan ada sentra produksinya, ada juga yang non-sentra produksinya," ujar Ateng dalam konferensi pers Selasa 1 September 2026.

Selain faktor distribusi, Ateng menjelaskan terdapat penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026.

Pasokan gabah dan beras harian yang masuk ke penggilingan pada periode itu disebut cenderung lebih terbatas dibandingkan saat puncak panen raya.

BPS memperkirakan potensi luas panen pada Agustus hingga Oktober 2026 mencapai 3,07 juta hektare (ha), atau turun sekitar 0,04 juta ha dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, secara kumulatif luas panen padi sepanjang Januari-Oktober 2026 diperkirakan mencapai 10,31 juta ha, atau meningkat 0,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Angka proyeksi-proyeksi kumulatif hingga Oktober berada dalam kondisi relatif aman ya, pasokan untuk yang gabah beras harian yang masuk ke penggilingan pada periode ini cenderung lebih terbatas jika dibandingkan dengan pada saat terjadinya puncak panen," kata Ateng.

Di sisi harga, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran tercatat mengalami kenaikan secara bulanan pada Agustus 2026.

Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan mencapai Rp14.213 per kilogram. Angka tersebut meningkat 1,32 persen secara bulanan dan 5,52 persen secara tahunan (yoy).

Bila dirinci berdasarkan kualitas, harga beras premium di tingkat penggilingan naik 1,22 persen secara bulanan dan 10,07 persen secara tahunan. Sementara harga beras medium meningkat 1,48 persen secara bulanan dan 4,03 persen secara tahunan.

"Jadi secara year-on-year untuk beras premium kenaikannya lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," tambah Ateng.

Sementara itu, di tingkat grosir, beras mengalami inflasi sebesar 0,80 persen secara bulanan dan 4,28 persen secara tahunan.

Adapun di tingkat eceran, harga beras tercatat mengalami inflasi sebesar 0,42 persen secara bulanan dan 2,77 persen secara tahunan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA