Pantauan RMOL berdasarkan data bursa, hingga pukul 12:56 WIB, nilai transaksi saham perusahaan tambang emas tersebut telah mencapai Rp233,97 miliar.
Pada perdagangan tersebut, saham ANTM bergerak dalam rentang cukup lebar. Harga sempat menyentuh level tertinggi Rp3.370 dan terendah Rp3.270 sebelum berada di posisi Rp3.340.
Dengan harga terakhir Rp3.340, posisi saham ANTM masih sama dengan harga penutupan perdagangan Jumat 18 September 2026. Pada perdagangan Jumat, ANTM dibuka di level Rp3.310, sempat mencapai Rp3.350 dan turun ke Rp3.250, sebelum ditutup kembali pada Rp3.340.
Meski belum mencatat perubahan harga dari penutupan sebelumnya, aktivitas perdagangan ANTM pada Senin siang terbilang tinggi. Volume transaksi telah mencapai 70,58 juta saham dengan frekuensi perdagangan 14.720 kali.
Sebagai pembanding, sepanjang perdagangan Jumat 18 September, volume ANTM mencapai 135,67 juta saham dengan nilai transaksi Rp448,89 miliar dan frekuensi 21.656 kali.
Artinya, hingga penutupan sesi I Senin, aktivitas transaksi ANTM sudah mengambil porsi cukup besar dibandingkan keseluruhan perdagangan pada Jumat, meski perdagangan hari itu belum berlangsung penuh.
ANTM merupakan emiten pertambangan yang memiliki kegiatan usaha antara lain pada komoditas emas, nikel dan mineral lainnya. Saham ini juga menjadi salah satu saham yang tercatat memiliki nilai transaksi terbesar di pasar pada sesi I perdagangan Senin.
Pergerakan ANTM tersebut berlangsung ketika IHSG pada sesi I ditutup melemah 0,27 persen ke level 6.423,512. Di tengah tekanan indeks utama, saham ANTM mampu bertahan di level penutupan perdagangan sebelumnya.
Kondisi ini membuat ANTM menjadi salah satu saham yang menarik perhatian investor pada perdagangan sesi I, terutama dari tingginya aktivitas transaksi yang terjadi sepanjang pagi hingga menjelang siang.
BERITA TERKAIT: