Direktur Utama BRI Hery Gunadi mengatakan porsi kredit UMKM mencapai 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.
Menurut Hery, pembiayaan UMKM yang dominan menunjukkan diversifikasi sumber pertumbuhan perseroan tidak mengubah fokus BRI sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan.
BRI saat ini terus memperkuat sejumlah segmen, mulai dari konsumer, small-medium-commercial, korporasi, hingga pengembangan new core untuk membangun struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi. Namun, UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis perseroan.
“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery dalam konferensi pers virtual, Senin, 31 Agustus 2026.
Hery mengungkapkan, dukungan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran kredit, tetapi juga diperkuat dengan pendampingan dan pemberdayaan secara menyeluruh (end-to-end).
BRI juga terus mendorong akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.
Secara kumulatif, sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp 1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.
Di sisi lain, BRI juga melakukan pemberdayaan melalui program Desa BRILiaN. Hingga Juni 2026, BRI telah membina lebih dari 5.700 desa di seluruh Indonesia. Sementara program pemberdayaan berbasis komunitas Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.
Sementara itu, platform digital LinkUMKM juga tercatat telah dimanfaatkan sekitar 17,3 juta pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Adapun fasilitas Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga pertengahan 2026.
Menurut Hery, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI membangun ekosistem UMKM agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan skala bisnisnya.
Ia menekankan, posisi BRI sebagai enabler diarahkan untuk menyediakan solusi keuangan terpadu sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan taraf dan skala usahanya secara bertahap.
“Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkas Hery.

BERITA TERKAIT: