Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rumania pada Januari-Juli 2026 mencapai 571,6 juta Dolar AS. Angka tersebut melonjak sekitar 240 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 168 juta Dolar AS.
Kinerja perdagangan tersebut juga ditopang oleh ekspor Indonesia ke Rumania yang mencapai 541,1 juta Dolar AS sepanjang Januari-Juli 2026.
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan dalam resepsi diplomatik memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bucharest, Rumania, Kamis 17 September 2026 waktu setempat.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, mengatakan peningkatan perdagangan menunjukkan besarnya peluang untuk membangun hubungan ekonomi yang saling melengkapi antara kedua negara.
“Hubungan bilateral Indonesia dan Rumania telah terjalin kuat sejak 1950. Kini, kedua negara tengah membangun landasan kerja sama ekonomi yang saling melengkapi, bukan saling bersaing,” kata Meidyatama dalam penyataan yang diterima redaksi, Sabtu 19 September 2026.
Menurutnya, posisi Indonesia dalam perdagangan dengan Rumania juga terus menguat. Pada 2022, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar kelima Rumania di kawasan Asia Tenggara.
Nilai perdagangan bilateral yang terus meningkat membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu mitra dagang utama Rumania di kawasan tersebut.
Tren perdagangan itu terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan Indonesia-Rumania yang pada 2022 tercatat 158,5 juta Dolar AS meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 317,7 juta Dolar AS pada 2025.
Kinerja pada tujuh bulan pertama 2026 kemudian menunjukkan akselerasi yang lebih tajam. Nilainya bukan hanya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi juga sudah melampaui total perdagangan sepanjang 2025 maupun tahun-tahun sebelumnya.
Meidyatama juga menilai dukungan Rumania diperlukan untuk mempercepat proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).
Perjanjian tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, termasuk Rumania.
Dari pihak Rumania, Secretary of State for Strategic and Global Affairs Kementerian Luar Negeri Rumania Ana Cristina Tinca menyebut perdagangan sebagai salah satu bidang kerja sama yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan bersama Indonesia.
Peluang tersebut juga dapat diperluas melalui hubungan antara Uni Eropa dan ASEAN.
Selain perdagangan, hubungan Indonesia dan Rumania juga memiliki ruang pengembangan di sektor ekonomi, pariwisata, dan ketenagakerjaan.
Resepsi diplomatik yang dihadiri lebih dari 250 orang tersebut turut memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Para tamu disuguhi tarian Bali Kembang Girang, Joged Bumbung, dan Kecak, pertunjukan angklung serta angklung interaktif, hingga sajian kuliner khas Indonesia.
BERITA TERKAIT: