Kolaborasi tersebut mencakup layanan perbankan, transformasi digital, pengelolaan keuangan institusi, hingga dukungan terhadap mahasiswa, sivitas akademika, dan alumni.
Kemitraan berkembang seiring kebutuhan perguruan tinggi yang semakin kompleks dan menuntut layanan keuangan yang terintegrasi.
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengapresiasi kontribusi BNI dalam mendukung berbagai kebutuhan dan kegiatan Unpad.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNI yang selama ini sudah banyak berkontribusi dan bekerja sama dengan kami dalam berbagai macam hal,” ujar Arief, dikutip Minggu, 20 September 2026.
Fondasi kerja sama BNI dan Unpad antara lain diperkuat melalui pengembangan Campus Financial Ecosystem. Sejak 2021, kedua institusi telah menjalin kerja sama melalui Nota Kesepahaman terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penyediaan layanan jasa perbankan.
Kolaborasi kemudian berkembang mencakup Fleksi Pendidikan S2-S3, Kartu Ikatan Alumni Unpad, e-Collection, serta Affinity Card.
Di sisi pengelolaan keuangan, BNI menyediakan layanan cash management BNIdirect, penerimaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui Virtual Account, serta solusi transaksi digital lainnya.
Pemanfaatan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), QRIS, dan Electronic Data Capture (EDC) turut membuka ruang bagi layanan transaksi yang lebih terintegrasi di lingkungan kampus.
Kemitraan juga diperluas hingga komunitas alumni melalui kerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad).
Dukungan BNI terhadap Jatinangor Music Fest yang digelar IKA Unpad dalam rangka Homecoming Festival Dies Natalis ke-69 Unpad menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Merah Unpad, Jatinangor, Sabtu, 19 September 2026, sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa, alumni, masyarakat, dan BNI.
Arief berharap kemitraan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Semoga BNI akan menjadi lebih kuat, lebih menjadi bank yang menjadi salah satu flagship di Indonesia, dan tetap berkontribusi untuk pendidikan secara baik,” kata Arief.
BERITA TERKAIT: