Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.394 merosot 55,7 poin atau 0,86 persen dari perdagangan sebelumnya.
Volume transaksi tercatat mencapai 36 miliar saham dan nilai mencapai Rp14 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,2 juta kali. Sementara itu kapitalisasi pasar menjadi Rp11.269 triliun.
Sebanyak 363 saham tercatat melemah, 238 saham menguat, sementara 188 saham lainnya stagnan.
Di sisi lain, nilai tukar (kurs) rupiah terpantau menguat 22 poin atau 0,12 persen ke Rp17.840 per dolar AS, setelah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga di level 5,75 persen.
Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga mempertahankan suku bunga deposit
facility sebesar 4,75 persen dan
lending facility di level 6,5 persen.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, keputusan suku bunga ini konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
"Kebijakan moneter itu juga menjadi upaya BI untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah serta memperkuat pertumbuhan ekonomi," kata Ibrahim dalam riset hariannya.
Selain itu, BI juga memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta meningkatkan likuiditas, dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.
BERITA TERKAIT: